Filed under: Soup Almawaqif
” Sekelompok binatang buas berkata kepada sang Singa: Tak ada perbuatan yang lebih baik daripada berserah pada Tuhan. Adakah yang lebih lancang ketimbang berpaling (dari-Nya)? Sering kita melarikan diri dari penderitaan (hanya) untuk (jatuh ke dalam) penderitaan (lain). Lepas dari ular bertemu naga.
“Ya, kata sang Singa. Namun Tuan si hamba itu menyiapkan tangga di depan kakinya.”
Selangkah demi selangkah, kita harus naik menuju atap. Menjadi Jabariyah di sini adalah (tenggelam) dalam harapan-harapan dungu.Engkau punya kaki, mengapa kau jadikan dirimu lumpuh?
Engkau punya tangan, mengapa kau sembunyikan jemarimu?Ketika tuannya meletakkan skop di tangan sang budak, benda itu (skop) memberitahukan (apa yang harus dilakukan) tanpa lidahnya.
Kehendak bebas adalah upaya mensyukuri anugerah-Nya. Kaum Jabariyahmu membuang hadiah (kehendak bebas) itu dari tanganmu.
Jabariyahmu seperti tidur di jalan, jangan tidur!
Jangan tertidur wahai Jabariyah yang lalai, kecuali di bawah pohon yang subur buahnya.Karena, setiap saat angin bisa menggoncangkan tangkainya dan menjatuhkan makanan (spiritual) bagi orang tidur, dan sebagai bekal dalam perjalanan…
Jika engkau tawakal kepada Tuhan, tawakallah demi usahamu, tebarkan (benih), lalu berserahlah pada Yang Maha Kuasa.”
No Comments Yet so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>