Filed under: Soup Almawaqif
apa harus dengan kekerasan mas/mba?
jadi mau bela rakyat atau menyengsarakan rakyat mas/mba?
hampir sebagian mahasiswa negeri ini lebih suka menyelesaikan sesuatu dengan kekerasan…
Negara ini seperti sarang para pelaku kriminal
gak pemimpinnya, gak mahasiswanya… “Lagi Sakit!”
-yang muda mabok yang tua korup-
Parah banget!!! Like father like son lho, mungkin memang para pemimpinnya juga musti dibenahi dulu,
tapi mestinya juga sebagai calon pemimpin(mahasiswa) musti bisa mencari perubahan yang lebih baik bukannya malah memperparah bangsa. Demo dijalan dengan anarki, menghancurkan fasilitas2 negara yang padahal itu adalah untuk kepentingan kita… oalah mengecewakan banget… kalo kayak gitu bangsa ini keliatan bodonya…
Filed under: Soup Almawaqif
” Sekelompok binatang buas berkata kepada sang Singa: Tak ada perbuatan yang lebih baik daripada berserah pada Tuhan. Adakah yang lebih lancang ketimbang berpaling (dari-Nya)? Sering kita melarikan diri dari penderitaan (hanya) untuk (jatuh ke dalam) penderitaan (lain). Lepas dari ular bertemu naga.
“Ya, kata sang Singa. Namun Tuan si hamba itu menyiapkan tangga di depan kakinya.”
Selangkah demi selangkah, kita harus naik menuju atap. Menjadi Jabariyah di sini adalah (tenggelam) dalam harapan-harapan dungu.Engkau punya kaki, mengapa kau jadikan dirimu lumpuh?
Engkau punya tangan, mengapa kau sembunyikan jemarimu?Ketika tuannya meletakkan skop di tangan sang budak, benda itu (skop) memberitahukan (apa yang harus dilakukan) tanpa lidahnya.
Kehendak bebas adalah upaya mensyukuri anugerah-Nya. Kaum Jabariyahmu membuang hadiah (kehendak bebas) itu dari tanganmu.
Jabariyahmu seperti tidur di jalan, jangan tidur!
Jangan tertidur wahai Jabariyah yang lalai, kecuali di bawah pohon yang subur buahnya.Karena, setiap saat angin bisa menggoncangkan tangkainya dan menjatuhkan makanan (spiritual) bagi orang tidur, dan sebagai bekal dalam perjalanan…
Jika engkau tawakal kepada Tuhan, tawakallah demi usahamu, tebarkan (benih), lalu berserahlah pada Yang Maha Kuasa.”
Filed under: Soup Almawaqif
… tik…tik…tik rintik hujan… 5:13 PM 22 Maret 2008. Jadi teringat masa2 saat di kosan pertamaku dan memulai menimba ilmu di bangku perkuliahan, Politeknik Pos Indonesia (2003-2006). Kost Society, begitulah kami semua penghuni kosan menyebutnya… banyak hal yang dilalui saat di tempat ini, persaudaraan, canda tawa, susah saling mencoba untuk berbagi. Renungan malam, ocehan2, perdebatan2, saat makan bersama, nonton tv bersama, ato saat2 merayakan sesuatu. Karakter2 yang saling berpadu.
Lagu Kebangsaan : Tik-Tik-Tik Rintik Hujan
Warna Kaos : Abu2
Kata Fav : Bakpau-Bakpau… (Ardian Voice’s) , Ada apa ini – Ada apa ini?!!!
Julukan Fav : Pak Erte (Dimanakah Gerangan Dirinya…)
Saat ini semua personel Kost Society sudah tersebar di berbagai “negara” untuk menunaikan tugasnya masing2. Merdeka!!!
Kapan ada waktu yang dapat mempertemukan kami semua…
Semoga temen2 semua selalu dalam Lindungan Kekal Allah…